Kurang dari sewindu, acuhku berlalu, binar yang agaknya biasa saja, justru meracau menangkapku. Perasaan yang belum kuberi judul ini, lambat laun bergerak tanpa aba-aba, kau yang belum kuingat persis, perlahan mulai merambat tanpa basa-basi.
Bertahanlah lebih lama, tersebab degup yang kurasa masih butuh dekapmu, tersebab kau, rona kedua pipi terbentuk rapi.
Jangan beranjak, jangan dulu, apalagi memutar posisi, aku masih ingin merekam rautmu dalam ingatan, beberapa yang usang, hilang.
Nanti, setahun berlalu, di tempat yang baru, apa yang akan kau ceritakan tentangku?
Atau,
Pada hati yang baru, apa yang akan kau sampaikan padanya?
Cikarang, Februari 2020
Tidak ada komentar:
Posting Komentar