Jumat, 02 Agustus 2019

:)

Jauh sebelum bertemu denganmu, aku pernah berharap sangat dalam pada seseorang, dan harapanku tak berbuah manis. Aku pernah merelakan bahagiaku yang hampir sempurna demi dia yang kukira akan membawaku lari dari ketidaknyamanan ini. Dan begitu pula dengan semua yang kukorbankan demi bisa meraihnya. Padahal cukup mudah, hanya saja ia yang tak mau diraih--mengelak atas kesepakatan yang telah kami setujui, lalu dia mengingkari dengan mudahnya. 

Sepekan setelah cincin melingkar dijariku, aku masih mengutarakan janji pada seseorang lain, bahkan yang tidak pernah berani menemui orangtuaku atau sekedar berkunjung. Aku berdusta pada perasaanku, aku telah berbohong pada tiap-tiap hati yang tulus. Hingga akhirnya, beberapa bulan telah aku lewati dengan keraguan yang amat besar, dengan kerinduan yang tak seharusnya aku ingat sampai detik itu, kerinduan akan seseorang yang memutuskan pergi disaat aku masih berusaha merayu Tuhanku sambil  menangis-nangis.

Di penghujung tahun, aku merelakan bahagia demi bahagia yang fana, demi dia yang baru kukenal. Dia datang memberiku harapan, menunjukanku betapa asyiknya obrolan manusia yang usianya tak terpaut jauh--bukan obrolan yang itu itu saja. Dia mengacaukan akal sehatku, mengambil keputusan secepat kilat demi bersamanya. 

Separuh warasku direnggutnya, bagaimana mungkin aku yang telah siap didatangi banyak orang hanya untuk mengantarkan seorang lelaki berani, begitu tega menggantinya dengan manusia antah berantah yang menyuguhkan harap serta nyaman yang terlampau batas. 

Dan setelah ia memilih pergi, tanpa mau tau betapa hancurnya aku, aku masih tetap mengusahakannya pada Tuhan. Kekeliruan yang kubuat atas dasar ketidakwarasanku saat itu memang betul betul mengecewakan banyak kepala. 

Hingga pada akhirnya, aku kehilangan yang satu; lelaki berani dan taat pada Tuhannya. dan yang satunya menghilangkan dirinya sendiri dari hadapku. 

Kini aku tumbuh lebih waspada. Aku mau lebih perempuan; punya hati dan logika, yang keduanya dipergunakan sebagaimana mestinya. 





Cikarang, 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Keliru

Keputusanku untuk jatuh hati padamu adalah sebuah kekeliruan yang bahkan tak pernah kusesali, bahkan hingga saat dimana kau tetap abai, aku...